Bagaimana Ibu Menyusui berpuasa, aman kah ?

Bulan suci Ramadhan telah tiba, semua umat muslim bersiap-siap untuk menyambut datangnya momen ini dan menjalani ibadah puasa. Begitu juga dengan ibu menyusui. Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa saat menyusui, sebagian ibu menyusui tetap saja merasa rindu untuk ikut serta berpuasa di bulan ramadhan. Tapi, amankah ibu menyusui berpuasa ? Biasanya kekhawatiran yang sering muncul pada ibu menyusui adalah apabila terjadi penurunan berat badan atau kekurangan asupan kalori tersebut akan berdampak pada kualitas dan kuantitas ASI yang di produksi. Pasalnya, pada saat berpuasa, tubuh lebih banyak kehilangan cairan karena perubahan pola makan dan tidur. Selain masalah keamanan, kekhawatiran yang sering muncul adalah bagaimana dampak puasa terhadap produksi ASI serta kesehatan ibu dan bayi. Bunda  tidak perlu terlalu khawatir ya larena pada  dasarnya, puasa atau pun penurunan asupan kalori tidak akan memengaruhi produksi ASI.

Faktanya adalah banyak penelitian yang membuktikan bahwa puasa tidak secara signifikan mempengaruhi kualitas ASI yang diproduksi. Puasa mungkin akan sedikit berpengaruh pada kuantitas ASI, namun tidak pada kualitas ASI (komposisi atau gizi) ASI sampai batas tertentu. Salah satu studi yang dikemukakan oleh Valentine and Wagner (2013), menyatakan bahwa puasa tak berbahaya bagi janin dan ibu akan tetap bisa memproduksi ASI selama berpuasa. Penelitian Zimmerman dkk, juga menemukan, ibu menyusui dapat membantu memastikan bayi mereka tetap tercukupi nutrisinya dengan terus menyusui secara normal dan memantau BAK dan BAB. Penelitian Rakicioglu et.al (2006): puasa ramadhan pada busui tidak berpengaruh pada pertumbuhan bayi dan kandungan makronutrien ASI (protein, karbohidrat, lemak). Namun beberapa mikronutrien dalam ASI seperti Seng, Magnesium dan Kalium memang sedikit menurun dari ke hari selama berpuasa. Mikronutrien ini dibutuhkan dalam jumlah kecil oleh bayi sehingga agar tidak menurun drastis pastikan ibu selalu menjaga asupan nutrisi gizi seimbang. Si kecil akan tercukupi kebutuhan ASI nya dan tumbuh ceria dengan tetap memperhatikan pola makan sehat sesuai menu gizi seimbang dan menjaga tetap kebugaran tubuh.Meski demikian, terdapat resiko jika ibu tidak minum sepanjang hari yaitu bisa mengalami dehidrasi, dan jika dehidrasi nya cukup parah maka akan mempengaruhi kuantitas ASI yg diproduksi. Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASInya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktifitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat, sebab tidak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok kebutuhan produksi ASI yang lengkap. Berarti, bila ibu menyusui makan dalam porsi sedikit lebih banyak dari porsi normalnya, dapat dipastikan bahwa cadangan zat gizi ibu tidak akan berkurang. Tidak perlu sampai menambah satu kali porsi makan ekstra tiap hari.Baca juga : ASI Booster-Perlu Nggak Sih?

Namun, dianjurkan pada ibu yang masih menyusui bayi ASI eksklusif 0-6 bulan untuk menunda berpuasa terlebih dulu, bila dirasa memberatkan bagi dirinya untuk tetap beraktifitas dengan normal, maupun bila tampak perubahan perilaku bayinya dengan menyusu lebih sering. Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap. Agama Islam memberikan keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama ramadhan dengan menggantinya dilain waktu dan membayar fidyah, karena pada masa menyusui eksklusif ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi yang dibutuhkan oleh bayi. Pastikan Bunda tetap memperhatikan kesehatan diri dan si kecil sebelum memutuskan untuk berpuasa ya.

Sumber : www.ayahasi.org ; tabloid nakita. No. 947/TH.XIX/24/30 Mei 2017, Narasumber : dr. Wiryani Pambudi, Sp.A, IBCLC dan Nazhif Ghifari, SGz, M.Si Ahli Gizi IPB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat