fbpx

Apa yang harus dipersiapkan ibu Hamil untuk keberhasilan Menyusui?

Menyusui merupakan sebuah proses alamiah yang dialami oleh semua mamalia yang ada dimuka bumi ini. Menyusui juga merupakan asupan kodrati bagi bayi mamalia yang terlahir dari rahim ibunya. Manusia masuk dalam kelas mamalia dan ordo primata. Semua mamalia menyusui anaknya. Tidak ada satupun mamalia yang begitu lahir mampu makan minum di luar air susu ibu / spesiesnya. Namun hanya manusia yang tidak otomatis air susunya di produksi cukup dan siap diberikan kepada anaknya. Interaksi hormonal yang terjadi pada seseorang akan menentukan banyak tidaknya produksi air susu.

Fakta ini menunjukan bahwa keberhasilan menyusui diperlukan persiapan, dimana kegiatan menyusui merupakan kegiatan yang perlu dipelajari dan dilatih. Air susu ibu akan di produksi dengan adekuat apabila payudaranya sehat dan dipelihara. Selain fungsi untuk menyusui payudara juga mempunyai fungsi estetika, sehingga seorang ibu dituntut untuk dapat menyelaraskan kedua fungsi tersebut.

 

Baca juga : ASI Booster – Perlu Nggak Sih?

 

Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan manusia tidak mungkin menyusui, secara absolut apabila kelenjar susunya tidak tumbuh dan berkembang sehingga sama sekali tidak bisa memproduksi air susu atau pada keadaan sakit yang dapat membahayakan dirinya maupun bayinya. Banyak faktor yang menentukan dan sering luput dari perhatian kita adalah bahwa kesuksesan menyusui sangat ditentukan dari awal kelahiran bayi karena benar awalnya, maka akan lancar juga proses menyusuinya.

Penting bagi kita para orang tua yang yang sedang menanti kehadiran si kecil untuk mempersiapkan diri dengan cara belajar. Banyak cara yang bias kita lakukan umtuk belajar terkait menyusui. Mencari informASI dari sumber yang terpercaya, membaca buku tentang ASI dan menyusui dari sumber terpercaya dan melakukan konseling menyusui pra persalinan bersama konselor menyusui yang sudeh menyebar di berbagai fasilitas kesehatan, instansi kesehatan, lembaga swadaya masyarakat, dan kelompok-kelompok pendukung ASI di Indonesia.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum Persalinan agar Sukses menyusui ?

  • Body : Fisik yang sehat dengan konsumsi asupan nutrisi sesuai gizi seimbang, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, melakukan senam hamil atau yoga, dan mengupayakan persalinan yang nyaman dan minim trauma.
  • Mind : Membekali diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai ilmu Laktasi. Dengan memahami tahapan-tahapan produksi ASI, hambatan, dan juga tantangan yang mungkin terjadi, ibu akan lebih siap dan tenang dalam menjalani proses menyusui.
  • Soul : Keyakinan bahwa Tuhan menciptakan bayi dilahirkan sepaket dengan makanannya yaitu ASI. Kepercayaan diri bahwa ASI lancar dan mencukupi kebutuhan bayi.
  • Dukungan Sosial : Menyamakan visi dan misi dalam hal ASI dan menyusui dengan pihak keluarga terutama suami. Melakukan konseling menyusui dengan konselor laktasi, berbagi informasi dengan kelompok pendukung ASI. Sebaiknya pasangan atau keluarga  ikut serta saat ibu mengikuti konseling atau kelas edukasi Iaktasi pranatal supaya timbul pemahaman dan motivasi tinggi mengenai ASI dan menyusui, sehingga peran dan dukungan dalam mewujudkan pemberian ASI eksklusif menjadi utuh.
  • Nutrisi : Ibu sebaiknya menyadari bahwa seyogyanya kehamilan dan menyusui dipersiapkan sejak prakonsepsi. Pada kehamilan akan terjadi proses inflamasi, radikal bebas, resistensi insulin dan obesitas fisiologis selain proses tumbuh dan kembang serta maturasi janin. Proses maturasi ini akan berlanjut terus pada masa anak, remaja dan dewasa dimana nutrisi selalu ikut berperan. Prinsip utama dalam menyiapkan kehamilan dan menyusui di bidang nutrisi adalah mengkonsumsi makanan dan minuman dengan variasi/jenis bahannya sebanyak mungkin dalam jumlah cukup. Misalnya karbohidrat jangan terfokus pada nasi, tapi juga gan  dum, kentang, buah-buahan, sereal dan kacang-kacangan. Demikian pula protein, selalu berganti daging, ikan, telur, ayam, tahu tempe dll. Demikian pula lemak, berganti antara lemak nabati dan hewani. Dalam bahasa gizi agar diupayakan kecukupan campuran karbohidrat, asam amino esensial, lemak esensial, mineral dan vitamin serta air.

 

Memahami bahwa menyusui adalah fitrah, air susu ibu adalah spesies spesifik, air susu ibu adalah yang terbaik. Air susu ibu tidak hanya berisi nutrisi tetapi juga materi pengatur pematangan saluran cerna bayi, materi berisi kode strategi  menghadapi kehidupan dengan paparan terhadap zat kimia, mikroba dan racun yang ada pada makanan dan minuman. Memberikan ASI Ekslusif membutuhkan stamina yang baik, oleh karenanya perlu dukungan keluarga dan lingkungan.

Tujuh Kontak untuk Keberhasilan Menyusui

Keberhasilan menyusui selama 6 bulan secara eksklusif memerlukan minimal 7 kontak dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi. Diskusi pengetahuan mengenai ASI sebelum proses kelahiran sebaiknya dilakukan paling sedikit 2 kali. Kunjungan pertama membahas dan mediskusikan keuntungan dan manajemen menyusui, sedangkan kunjungan kedua membahas lebih rinci mengenai proses  menyusui dan apa yang dirasakan akan menjadi masalah nanti oleh ibu. Bekerja seringkali mencemaskan ibu tidak dapat memberi ASI eksklusif selama 6 bulan. Diskusi menyusui sebelum kelahiran diperlukan untuk menghilangkan kecemasan ibu dan memberi pengetahuan yang nantinya diperlukan bila ibu kembali bekerja.

Setelah proses kelahiran, masih diperlukan sekitar 5 kali kontak dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi. Kontak pertama dilakukan saat kelahiran terjadi yaitu dengan melakukan kontak kulit dini antara ibu dan bayi. Kontak ke dua setelah kelahiran dilakukan dalam 24 jam berupa bimbingan posisi menyusui baik dalam keadaan tidur/duduk (disesuaikan dengan kondisi ibu) dan membantu ibu melekatan  mulut bayi pada payudara dengan baik . Kontak berikutnya dilakukan dalam 1 minggu kelahiran untuk menemukan berbagai tantangan dan memberi dukungan pada ibu untuk tetap menyusui. Pertemuan ke 6 dan 7 biasanya dilakukan 1 dan 2 bulan setelah kelahiran.

Persiapan menyusui sebaiknya dilakukan sejak bayi belum dilahirkan. Persiapan anatomi, pemahaman dan motivasi ibu dan keluarga, serta nutrisi yang baik diperlukan untuk keberhasilan menyusui. Selain itu, idealnya tenaga kesehatan atau konselor laktasi mempunyai tujuh kali kontak dengan ibu dan keluarganya untuk mendukung keberhasilan menyusui. Dua kontak pertama dilakukan antenatal berupa konseling menyusui, kontak ketiga segera setelah bayi dilahirkan, kontak keempat dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir, kontak kelima saat bayi berusia 1 minggu, sedangkan dua kontak terakhir dilakukan saat bayi berusia sekitar 1 dan 2 bulan.

Sumber : Modul WHO 40 Jam Pelatihan Konselor Menyusui

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat