fbpx

Tidak Perlu Panik, Ini Beberapa Tips Penanganan Bayi Demam

sanggat asi penanganan bayi saat demam

Kondisi saat anak demam biasanya menjadi situasi tidak nyaman bagi sebagian besar orang tua. Suhu tubuh anak meningkat terkadang disertai menggigil, rewel dan menangis terus menerus. Biasanya muncul kekhawatiran yg paling ditakuti yaitu timbulnya kejang.

Penting bagi orang tua untuk mengingatkan pada diri sendiri bahwa demam diciptakan oleh tubuh untuk banyak tujuan baik. Misalnya saja ketika tubuh mendapat serangan kuman seperti bakteri dan virus terjadilah respon berupa reaksi inflamasi atau peradangan, yg akhirnya menjadikan tubuh mengalami peningkatan suhu yg disebut sebagai demam.

Bagaimana jika anak demam? Tenang yaa Ayah Bunda, jangan buru-buru panik. Karena saat anak demam itu tandanya imunitas tubuh bekerja melawan infeksi virus atau bakteri, dimana otak memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhu dan mengerahkan sel darah putih untuk melawan virus bakteri yg menyerang anak. Kita simak yuk bagaimana menjaga kondisi anak saat demam!

Skin to skin

Ayah Bunda bisa menggunakan metode skin to skin untuk mengurangi suhu anak demam. Menurut sebuah penelitian, saat anak demam, secara otomatis suhu panas dari tubuh si kecil akan mencari permukaan yg lebih dingin yakni kulit Ayah atau Bundanya. Setelah panas terserap oleh tubuh orang tuanya, demam anak akan berangsur menurun.

sanggar asi skin to skin

Menyusui bayi sesering mungkin dan semau bayi.

Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga asupan cairan pada bayi agar tidak dehidrasi. Kandungan yg terdapat pada ASI juga mampu membentuk imunitas tubuh bayi, melindungi bayi dari penyakit lain dan memenuhi kebutuhan gizi bayi terutama bayi usia 0-6 bulan.

Sabar dan Gendong.

Anak yang sedang demam pastinya merasa tidak nyaman, maka gendonglah anak. Pelukan orang tua dapat menyamankan anak yg rewel karena demamnya. Biasanya anak akan tertidur lelap ketika digendong. Maka Ayah Bunda harus bersiap untuk bersabar menggendong anak saat sakit.

Bawa ke dokter

Jika demamnya makin tinggi dan berada pada batas yg sudah disebutkan sebelumnya, segera bawa anak ke dokter ya.

Sumber :

  1. www.idai.or.id
  2. Arifianto.blogspot.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *