fbpx

Tips Menyapih Dengan Cinta

Masa menyusui adalah masa yang paling istimewa untuk para ibu, bukan hanya karena hak dan kewajiban antara ibu dan anak, tapi lebih dari itu. Saat proses menyusui, ada hubungan erat antara ibu dan anak yang tidak bisa diganti dalam keadaan apapun, bonding antara ibu dan anak terjalin erat , rasa kasih sayang dan penuh cinta pun semakin tumbuh saat proses menyusui berlangsung. Setelah menyusui eksklusif selama 6 bulan pertama, proses menyusui tetap dilanjutkan sampai usia anak 2 tahun atau lebih. Dan akan tiba saatnya ibu dan anak untuk menghentikan proses tersebut, biasa kita sebut menyapih.

Menyapih anak mungkin membuat ibu tidak tega dan bingung bagaimana caranya. Menyapih dengan cinta, mungkin kita sudah sering mendengar tentang hal ini. Menyapih dengan cinta adalah kerelaan antara ibu dan anak untuk mengakhiri kegiatan menyusui. Lalu, bagaimana sih caranya menyapih dengan cinta ? Yuk simak tips berikut ini :

1. Bulatkan tekad dan libatkan suami. Artinya ibu sudah benar-benar siap untuk melepaskan aktivitas ini. Dalam hal ini juga perlu dukungan penuh dari suami, karena suami bisa berperan sebagai orang yang mampu menghibur dan mengalihkan perhatian anak ketika rewel minta ASI.

2. Tambah frekuensi dan atau porsi makan anak untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.

3. Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap dimulai pada siang hari, lalu dilanjutkan pada malam hari. Kita juga jangan menolak saat anak meminta menyusu , tapi juga tidak menawarkannya. Dan ganti aktivitas menyusu seperti membaca buku atau mendongeng sebelum tidur.

4. Berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus disapih. Misalnya, “Kakak sekarang sudah besar, kalau mau minum pakai gelas atau cangkir ya ”. Lakukan dengan sabar, lembut dan cinta.

5. Sapih anak saat ia dalam keadaan sehat, karena dalam keadaan sakit ia akan semakin butuh kelekatan dengan ibu.
6. Tunjukkan perhatian dan kasih sayang selama proses menyapih, misalnya mendekap, mengusap atau mencium agar anak tahu bahwa ibu tetap menyayanginya meski sudah tidak menyusuinya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *